Utama  

Jaga Ketahanan Pangan, Pemprov DKI Jakarta Gelar Urban Farming

JAKARTA, BERITAKOTA.COM – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Suharini Eliawati mengutarakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan pertanian perkotaan atau urban farming sebagai alternatif untuk menjaga ketahanan pangan di Jakarta.

“Pemenuhan pangan mandiri memanfaatkan lahan tak terpakai untuk mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming,” ujar Suharini dalam keterangannya, Rabu (3/4/2024).

Urban farming, lanjut Suhartini, tak hanya dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan tidur di Jakarta, tetapi juga menggunakan fasilitas umum lainnya.

Menurutnya, KPKP melakukan berbasis ruang memakai tanaman cepat panen yakni sayuran daun dan sayuran buah. Hal itu dilakukan di sekitar aktivitas warga, seperti sekolah, Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), dan fasilitas umum lain.

Dia memaparkan, ada peternakan ayam hingga Perikanan ikan nilai. Pemprov DKI juga terus mengupayakan beragam strategi lain untuk menjaga ketersediaan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Berapa di antaranya dengan bersinergi bersama pemerintah pusat untuk penyediaan bahan pangan melalui Perum BULOG, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, sektor swasta.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta juga bekerja sama hingga provinsi lain melalui kerja sama business to business. “Ini telah berjalan dengan 34 kota/kabupaten di 10 provinsi, menyediakan enam komoditas pangan yakni beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, dan bawang merah,” ucap Suharini.

Selain itu, Pemprov DKI juga memperbanyak kegiatan yang mempermudah akses pangan untuk masyarakat untuk kelancaran distribusi pangan.

Upaya yang sedang dilakukan antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) keliling oleh BUMD/BUMN, sembako murah Pemprov DKI, bazar pangan di kantor pemerintahan, dan pangan subsidi bagi masyarakat tertentu.

Menurut Suharini, komunikasi efektif juga terus dilakukan untuk menyakinkan warga tentang keamanan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

“Kenaikan harga yang terjadi saat ini juga terus dipantau dan dinilai dalam kondisi wajar. Bahkan memasuki minggu keempat Ramadan, harga komoditas pangan menunjukkan tren penurunan, beras dan komoditas hortikultura,” tandas Suharini. (Ralian)

 204 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *