Utama  

Direktur Hukum TPN Ganjar-Mahfud Nilai Pernyataan Gibran Sangat Tidak Peduli Demokrasi

JAKARTA, BERITAKOTA.COM – Pernyataan wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka melempar pertanyaan apakah pemilu diulang sampai jagoan masing-masing paslon menang dinilai seolah tidak peduli demokrasi.

“Pernyataan Mas Gibran itu menunjukkan betapa dia tidak peduli tentang demokrasi yang fair dan jujur. Karena itu, bagi Mas Gibran tidak masalah soal putusan MK 90 di mana MKMK telah memutus hakimnya yang notabene adalah pamannya melanggar etik,” kata Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ronny Talapessy, kepada wartawan, Senin (25/3/2024).

Lebih lanjut, lanjut Ronny, pelanggaran-pelanggaran etik itu terus berlanjut hingga ke penyelenggara pemilu seperti KPU.

“Berdasarkan itu semua, mulai dari pencalonan dan proses pemilu yang tidak fair dan jujur itu, wajar kami berharap MK mendiskualifikasi paslon yang diduga melanggar semua proses demokrasi kita di 2024 ini,” tambahnya.

Ronny mengatakan wajar jika pemilu nanti diulang tanpa menghadirkan Prabowo-Gibran. Dia hanya berharap MK mengabulkan gugatan itu, tidak bermaksud memenangkan paslonnya.

“Jadi, jika MK mengabulkan permohonan kami tentu saja paslon yang didiskualifikasi tidak berhak ikut lagi jika pilpresnya diulang. Jadi, bukan seperti kata Mas Gibran akan diulang terus hingga kami menang. Bagi kami cukup MK mengabulkan permohonan kami dengan mendiskualifikasi paslon yang diduga melanggar proses pemilu sehingga menjadikannya tidak fair dan jujur,” tandasnya.

Menurutnya, MK bagaimanapun menjadi bagian dari penjaga demokrasi sehingga punya preseden membatalkan hasil perselisihan pemilu secara substansi.

“Jadi, MK tidak semata-mata mengukur atau memeriksa soal hasil pilpres. Tapi pernah memutus dan membatalkan hasil pemilu. Juga pernah mendiskualifikasi paslon sehingga kami benar-benar optomistis tentang hal itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming menanggapi soal gugatan yang dilayangkan pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar pemilu diulang tanpa Prabowo-Gibran. Gibran mempertanyakan apakah pemilu diminta terus diulang sampai pihak penggugat menang.

“Misalnya nanti diulang, terus jagoan kalah apa minta diulang lagi? Apakah minta diulang sampai menang?” kata Gibran, Senin (25/3/2024).

Meski demikian, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak mempersoalkan adanya gugatan yang dilayangkan pihak Anies dan Ganjar.

Gibran menuturkan, jika ada kurang berkenan silahkan melalui jalur yang sudah ada, karena sudah ada mekanismenya.

“Ya dari paslon 01 dan 03 jika ada hal-hal yang kurang berkenan sudah ada jalurnya masing-masing monggo. Ya monggo diproses saja seusai jalur yang sudah ada,” tandas Gibran. (Ralian)

 274 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *