Utama  

TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Tim Khusus Pemilu 2024

Loading

JAKARTA, BERITAKOTA.COM – Ada anomali atau keadaan yang menyimpang dalam hasil hitung cepat atau quick count Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Karena itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun mengusulkan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk membentuk tim khusus dalam menginvestigasi Pemilu 2024.

Hasto mengemukakan, perbedaan suara ini juga terlihat di lumbung suara partai berlambang banteng moncong putih itu. “Termasuk di kandang-kadang PDI-P, menunjukkan yang bersifat anomali,” kata Hasto dalam konferensi pers di Kantor DPP PDI-P, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2024) malam.

Adapun hasil hitung cepat sejumlah lembaga memperlihatkan capres-cawapres nomor 2, yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, unggul sementara.

Hasto mengungkapkan, DPP PDI-P telah mencermati kemungkinan desain kecurangan pemilu mulai dari hulu sampai ke hilir. Dia berpandangan, suara rakyat adalah suara kebenaran yang harus diperjuangkan.

Hasto mengatakan, seluruh struktur PDI-P bersama koalisi partai politik pendukung Ganjar-Mahfud terus mengumpulkan fakta kecurangan yang ada di lapangan.

“Begitu banyak juga disuarakan oleh kelompok-kelompok pro-demokrasi karena baru kali ini pasca-reformasi pemilu diwarnai gerakan civil society, diikuti oleh gerakan dari perguruan tinggi, dari para guru besar secara luar biasa,” ucap Hasto.

Artinya, lanjut Hasto, memang ada suatu persoalan yang sangat fundamental yang berkaitan dengan legitimasi pemilu, baik itu proses maupun dari hasil pemilu itu sendiri.

Sebagaimana contoh, hitung cepat atau quick count Litbang Kompas dengan data yang masuk mencapai 88,45 persen pada Rabu (14/2/2024) pukul 21.21 WIB, pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan 58,73 persen suara.

Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan dan Riset Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) M Yurisman Haidir mengingatkan pentingnya ketenangan dan kesejukan dalam menunggu pengumuman resmi hasil Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yurisman menyoroti pentingnya sikap rendah hati dan bersyukur, meskipun hasil quick count menunjukkan kemenangan sementara dari pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dia menekankan agar tidak ada ruang bagi kesombongan dan euforia berlebihan, serta mengajak masyarakat untuk menjaga stabilitas demokrasi Indonesia.

“Saya berharap teman-teman juga tidak perlu melakukan gerakan-gerakan apapun yang tidak penting yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar Yurisman melalui keterangan tertulis, Kamis (15/2/2024).

Ia juga mengajak capres dan cawapres Republik Indonesia untuk memperkuat rekonsiliasi dan merangkul semua pihak, tanpa terkecuali.

Yurisman juga menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan gerakan-gerakan apapun menyikapi hasil tersebut tanpa ada tujuan yang jelas srta menimbulkan polarisasi antar masyarakat.

“Saya berharap teman-teman juga tidak perlu melakukan gerakan-gerakan apapun yang tidak penting yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” jelas Yurisman.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan 25,10 persen. Adapun pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 16,17 persen. Kemudian, quick count Litbang Kompas untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 memperlihatkan PDI-P teratas dengan perolehan 17,28 persen, walau posisi data yang masuk masih 60,90 persen.

Adapun sampel yang digunakan untuk hitung cepat Litbang Kompas diambil dari 2.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 38 provinsi. Kemudian, margin of error lebih kurang 1 persen, dengan tingkat kepercayaan 99 persen. (Ralian/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *