Utama  

1.230 Personel Kodam Jaya Apel Pengamanan Unjuk Rasa

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto bersama jajarannya saat memberi arahan dalam apel kesiapsiagaan di Monas, Senin kemarin. (foto: Pendam Jaya)

Loading

JAKARTA, BK
Dalam upaya pengamanan aksi unjukrasa di Ibukota, sebanyak 1.230 personel jajaran Kodam Jaya BKO Polda Metro Jaya diterjunkan dalam gelar apel kesiapsiagaan di lapangan silang Monas, Jakarta, Senin (12/09/2022).

Apel tersebut langsung dipimpin Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto.
Di hadapan pasukan, Pangdam Jaya meyampaikan arahan dan penekanan sebagai pedoman prajurit yang bertugas di lapangan. “Laksanakan tugas pengamanan ini dengan baik, humanis dan persuasif, serta menjunjung tinggi hak asasi demokrasi dalam menyampaikan pendapat,” tandasnya.

Siaran pers Penerangan Kodam (Pendam) Jaya yang diterima Berita-kota dot com menyebutkan, tugas pengamanan yang dilaksanakan adalah tugas perbantuan guna mem-back-up Polri di lapangan. Yakni, dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi terhadap pengunjuk rasa dari beberapa elemen masyarakat, aliansi mahasiswa, ormas serta para purnawirawan TNI. “Yang akan kita amanakan beberapa elemen PPAD, yang merupakan senior kita” ujar Mayjen Untung.

Apel kesiagaan tersebut juga dihadiri Asintel dan Asops Kasdam Jaya, Danbrigif Mekanis 1/PIK, Danbrigkav, Danmenarhanud, Dandim Jakarta Pusat, Denintel Damjaya, dan Para Dansat Jajaran Kodam Jaya.

Pangdam Jaya saat memeriksa kesiapan pasukan (foo: Pendam Jaya)

Dia mengutarakan, dari pantauan di lapangan bahwa isi unjuk rasa tidak ada dari mereka yang melakukan kekerasan, tidak ada yang menggunakan poster-poster menghina lembaga dan mencemarkan pemerintah. Sebab, tetap selalu bergerak dalam kelompok, tidak menginginkan kendaraan yang digunakan merugikan masyarakat dalam penggunaan jalan, tidak sewenang-wenang dengan suara dan kecepatan tinggi. “Namun, memberikan contoh dan menghormati masyarakat sekelilingnya pengguna jalan,” tutur Pangdam Jaya.

Pangdam Jaya meminta kepada para Dansat dan seluruh personel serius, menaati dan memedomani standar operasional dan ketentuan penanganan aksi unjuk rasa. Kemudian memastikan di lapangan seluruh personel tidak ada yang membawa senjata api dan senjata tajam dalam menjalankan tugas pengamanan terhadap unjuk rasa elemen masyarakat,” ujar Pangdam Jaya. (aga/BK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *