“Asik Bang” Sinergi Pentahelix BNPT Dengan Anak Muda Cegah Penyebaran Paham Radikal Terorisme

Loading

Sidoarjo, BK – Anak muda adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling rentan terpapar paham radikal terorisme. Karena itu, anak muda sebagai generasi harapan bangsa harus terus dibentengi agar mereka menjadi pribadi yang tangguh menuju Indonesia Emas tahun 2045 nanti.

“anak muda dalam konteks ini generasi Z dan milenial generasi yang sangat rentan terhadap segala bentuk paparan paham radikal terorisme. Oleh karena itu perlu sinergi dengan penerapan konsep Pentahelix,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid saat membuka Festival lomba Aksi Musik Anak Bangsa atau “Asik Bang” di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (6/9/2022).

Festival “Asik Bang” yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur dinilai sebagai salah satu sarana yang baik agar anak muda terhindar dari paham radikal terorisme melalui pendekatan seni dan budaya.

“Festival ASIK BANG ini bertujuan mencegah paham radikalisme, terorisme dan intoleransi dengan cara membangun kecintaan masyarakat terhadap NKRI lewat media musik,” ungkap Nurwakhid.

Seperti diketahui, BNPT terus berupaya menjalankan program kebijakan Pentahelix dalam penanggulangan radikal terorisme dengan prinsip kerjasama dan kolaborasi secara multipihak, yaitu dengan merangkul lima elemen bangsa, yakni Kementerian/Lembaga (Pusat dan Daerah), komunitas-komunitas (ormas, pelaku seni dan budaya), akademisi atau civitas Akademika, dunia usaha (BUMN/Badan Usaha Milik Negara maupun swasta) dan media.

“Nah di program Pentahelix yang digagas BNPT kita masuk lewat komunitas-komunitas. Di “Asik Bang” ini kita masuk lewat seni dan budaya. Kita tahu kalau kelompok radikal itu kan tidak memperbolehkan mendengarkan musik, mereka memiliki karakter anti seni dan anti budaya maupun kearifan lokal, disitulah kita masuk”, sambungnya.

Menurutnya dengan kebijakan Pentahelix selama 2 tahun ini sudah menurunkan index potensi radikalisme.

“Di mana pada tahun 2019 index potensi radikalisme yang semula berada diangka 38,4% turun menjadi 12,2%. Kami terus berharap di tahun-tahun kedepan akan turun terus,” ungkap Nurwakhid.

Ia menambahkan, bahwa festival “Asik Bang” ini akan berlanjut ke tingkat nasional. Para peserta wajib menyanyikan lagu ‘Salam Indonesia Harmoni’ yang diciptakan Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, MH.

Ketua FKPT Jatim, Hesti Armiwulan mengatakan pencegahan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri dan dibutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kolaborasi dan sinergi dari berbagai unsur perlu dilakukan salah satunya organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pencegahan radikalisme terorisme tidak hanya dilakukan melalui dialog atau kegiatan di dalam ruangan saja, tetapi juga bisa dilakukan dalam berbagai kegiatan.

“Salah satunya bisa dilakukan kontraradikalisme melalui konten, kata kalimat, juga bisa dilakukan melalui musik lagu dengan narasi sebagai upaya menanggulangi terorisme,” ujarnya.

Festival “Asik Bang” ini menghadirkan dewan juri penyanyi penyanyi Oppie Andaresta, Ratna Koin serta Yuris. BK/Man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *