Jakarta, BK
Dengan memanfaatkan sampah warga, petugas kebersihan yang tergabung dalam Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok menggunakan barang bekas menjadi alat kebersihan.
Bahan untuk membuat alat kebersihan tersebut, didapat dari hasil pemilahan sampah warga. Menurut Lurah Sunter Jaya, Eka Persilian Yeluma, hal itu dilakukan sebagai salah satu implementasi pelaksanaan Pergub DKI No. 77/2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.
“Alat kebersihan dari sampah warga tersebut, antara lain berupa sapu dan pengki. Kita coba manfaatkan material barang bekas hasil pilah sampah. Kami ingin memberikan contoh kepada warga bahwa barang bekas dapat bernilai tinggi,” ujarnya di kantornya , Selasa (21/6/2022) seperti dikutip beritajakarta.id.
Dikemukakan, pengerjaan sapu dari plastik tersebut baru dikerjakan sepekan ini dengan total yang telah dibuat sebanyak 15 buah. Bahan yang digunakan adalah galon dan botol plastik bekas air mineral.
Selain botol, galon dan jeriken plastik bekas, petugas PPSU juga memanfaatkan kardus dan kaleng bekas cat untuk membuat pigura foto dan kursi. “Nanti, setiap pengelola RPTRA juga dianjurkan untuk menerapkan sampah dari bahan bekas seperti ini. Kita berharap, kreativitas ini memacu masyarakat untuk menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya,” tutur Eka.
Bersihkan Coretan
Sementara itu, petuga PPSUKelurahan Kalideres, dikerahkan untuk membersihkan coretan pada tembok di Jl. Bulak Teko, RT 01/11, Kalideres, Jakarta Barat. Pembersihan dilakukan karena tembok tersebut banyak coretan
Lurah Kalideres, Achmad Subhan mengemukakan, pembersihan coretan pada dinding tembok setinggi 2,5m itu sepanjang 15m. “Coretan itu menimbulkan kesan kotor dan kumuh,” ujarnya, Selasa (21/6/2022).
Bersama dengan itu juga dibersihkan stiker yang menempel pada tembok dan pada tiang-tiang listrik di kawasan sekitar. (aga/bj/BK)