Musik Bisa Sebarkan Nilai Kebangsaan dan Keagamaan Untuk Cegah Paham Radikal Terorisme

Mamuju, BK – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan inovasi dalam melakukan pencegahan paham radikal terorisme terutama yang menyasar generasi muda. Salah satunya melalui sarana musik yang identik dengan anak muda. Musik diharapkan bisa menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan kepada anak muda agar mereka imun terhadap paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa, Pancasila.

Hal itulah yang mendasari BNPT melalui Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar festival “Aksi Musik Anak Bangsa (Asik Bang)”. Setelah pekan lalu gelaran Asik Bang dihelat di Makassar, Sulawesi Selatan, kali ini kegiatan serupa digelar di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (24/3/2022).

“Melalui kegiatan diharapkan bagian solusi sebagai wadah silaturahmi, mempererat kesatuan persatuan dan memberi edukasi positif bagi masyarakat khususnya pegiat musik,” ujar Direktur Pencegahan BNPT melalui Kasubbag TU Deputi I, Ahadi Wijayanto.

Ia menambahkan bahwa, anak muda juga sangat mudah terpapar radikalisme yang mengarah pada perbuatan terorisme. Ia menekankan melalui kegiatan musik ini bertujuan menjadi bagian dari aksi pencegahan.

“Remaja maupun pada anak muda di usia produktif sangat rentan terpapar paham radikal, mengingat psikologi mereka masih labil dan cukup gampang dipengaruhi para pelaku terhadap apa saja. Untuk itu kita memberi ruang bagi anak-anak muda untuk mengisi ruang kosong dengan kegiatan yang positif,” paparnya.

Ketua FKPT Sulbar M. Imran Idris, M.Pd., berharap kegiatan “Asik Bang” ini dapat mengurangi potensi masuknya paham radikal pada anak muda dan friksi di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Utamanya terkait intoleransi dan propaganda terutama di ruang maya.

“Dari fenomena yang berkembang hari-hari ini, segala bentuk ideologi (dari luar) jangan sampai merusak falsafah bangsa kita yang berdasarkan Pancasila,” pesan Imran.

Sementara itu, budayawan Nanang Hape sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, seni juga dalam hal ini musik adalah wadah untuk menjaga kerukunan antar anak bangsa.

“Saya kira apa yang dilakukan BNPT dan FKPT Sulawesi Barat sudah merupakan upaya dalam menjaga stabilitas di wilayah mamuju dan sekitarnya,” tutur Nanang.

Dalam kegiatan ini ada 16 peserta yang mengikuti festival musik ini, disaring menjadi tiga orang yang akan mewakili Sulawesi Barat untuk maju ke babak tingkat nasional untuk berlomba bersama 34 provinsi lainnya. (BK/Man)

 5,286 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *