Utama  

GMKI Kerahkan Tim Tanggap Bencana Bantu Korban Semeru

Tim Tanggap Bencana GMKI bermain bersama anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: istimewa)

LUMAJANG, BK – Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12), membetot perhartian khalayak. Salah satunya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menurunkan tim tanggap bencana untuk membantu masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Koordinator ASSA GMKI, Felix Fusop,mengatakan bahwa tim tanggap bencana GMKI telah diterjunkan pada Kamis (9/12) lalu.

“GMKI turut berduka cita atas musibah dari erupsi Gunung Semeru. Semoga bencana dapat tertangani dan masyarakat dapat beraktivitas normal kembali” kata koordinator ASSA GMKI, Felix Fusop, dalam keteranagn persnya yang diterima wartawan, Sabtu (18/12).

Felix mengatakan ASSA GMKI merupakan gerakan aksi cepat dalam menanggapi kejadian bencana ditingkat nasional dengan melibatkan kader GMKI Surabaya dan GMKI Malang sebagai tim tanggap bencana.

Menurut Felix tim tanggap bencana GMKI fokus pada dua aksi, yakni trauma healing kepada anak anak dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Anak anak korban bencana alam rentan mengalami gejala psikis. Kehadiran kami memberikan dukungan psikososial untuk melepaskan kecemasan dan ketakutan kepada mereka” ucap Felix.

Lebih lanjut, Ketua BPC GMKI Malang Ema Sarila Sinaga ikut serta menyalurkan bantuan berupa obat – obatan, makanan dan keperluan untuk anak anak kepada masyarakat.

Ema menyampaikan GMKI se-Indonesia sedang melakukan aksi sosial serentak menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Dana yang terkumpul akan kami salurkan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar seperti membeli ternak dan bibit pertanian untuk masyarakat. Ini sebagai bentuk partisipasi GMKI untuk membantu masyarakat” ujar Ema.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/12/2021), mengemukakan, proses pencarian korban erupsi Gunung Semeru resmi dihentikan.

“Adapun total korban jiwa yang ditemukan sebelum dihentikan proses evakuasi berjumlah 48 orang dan 10 ribu warga lebih mengungsi. “Total korban jiwa 48 meninggal, 27 luka-luka dan 10.571 mengungsi,” kata Muhari. (BK/Ralian)

 677 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *