Utama  

Sopir Grab dan Pedagang Alami Penurunan Omset

Selama Pandemi Covid 19

Loading

Jakarta – SEBAGIAN masyarakat Indonesia belajar dan bekerja dari rumah alias work from home di tengah pandemi corona. Namun, mitra pengemudi taksi, ojek online, dan pedagang masih ke luar rumah untuk mencari nafkah.

Syahrizal Nazar (54 tahun) merupakan salah satu pengemudi ojek online (grab car) yang masih beroperasi meski khawatir tertular virus corona. Ia mengaku permintaan layanan turun drastis di tengah pandemi. Akan tetapi ia harus mencari nafkah demi keluarganya.

“Orderan sepi sekali. Sejak pukul 06.00 pagi sampai sore baru dapat dua hingga empat pesanan. Biasanya sudah dapat sekitar 10 – 15 penumpang. Belum lagi, siswa sekolah dan para pekerja bekerja dari rumah. Paling penumpang dari rumah keluarga mau pulang ke rumah sendiri, ” ujarnya, Kamis (11/11/2021).

Tidak bisa dipungkiri, bahwa virus Covid-19 ini memberi dampak yang sangat besar khususnya dalam lingkungan. Nasib serupa dialami Yusrinani (52) adalah ibu rumah tangga dan pedagang toko sendal di Aren Jaya. Adanya penurunan omset yang dialaminya.

“Pandemi Covid-19 ini membuat kita harus selalu berpikir dan jeli melihat peluang guna bisa bertahan dan tumbuh berkembang. Akhirnya saya menuruh anak-anak jualan lewat online, ” jelasnya.

Jika jualan offline, tidak didukung lewat online di saat pandemi ini akan amat susah. Apalagi masyarakat umum sekarang lebih memilih online, mulai dari belanja, paket, belajar, bekerja. Jadi, harus ngikutin jaman (trend) juga tidak boleh idealis.

Dari hasil survei tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa sektor yang merugi akibat pandemi Covid-19 ini. Seperti contoh di atas di mana grab car dan pedagang cukup kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari sampai batas waktu yang tidak menentu. Selain itu, juga berharap pemerintah tidak terlalu berlama-lama menerapkan kebijakan WFH. (BK/Zas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *