Peserta Vaksin Mulai Turun di Puskesmas Jatiluhur

Bekasi – PESERTA vaksinasi yang biasanya selalu dipadati masyarakat, kini sudah mulai terlihat adanya penurunan yang signifikan, Seperti lokasi vaksinasi yang terjadi di Puskesmas Kelurahan Jatiluhur, Kota Bekasi, Rabu (10/11/2021) yang sudah terlihat mengalami penurunan yang begitu jelas.

Pasalnya, menurut warga setempat beberapa bulan kebelakang pelaksanaan vaksinasi di puskesmas tersebut masih sangat ramai dan dipadati masyarakat, bahkan banyak masyarakat yang rela datang dari fajar atau sebelum matahari terbit untuk mengantre. “Kalau beberapa bulan kemarin masih rame banget ya warga yang ngantre untuk vaksin di sini, tapi sekarang udah sepi tuh,” ujar Ayu, salah seorang warga saat ditemui di dekat lokasi Puskesmas Kelurahan Jatiluhur.

Penurunan peserta vaksinasi ini disebabkan telah banyaknya masyarakat yang sudah melakukan vaksin. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengklaim bahwa pihaknya telah menyuntikkan 1,7 juta dosis vaksin Covid-19 kepada warga. Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, catatan tersebut merupakan angka akumulasi dari serangkaian penyuntikan vaksin yang dialokasikan pemerintah pusat. Vaksin-vaksin Covid-19 itu terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna.

Dari 1,7 juta dosis tersebut, sebanyak 60,34 persen di antaranya diketahui telah diterima masyarakat umum untuk dosis pertama. Sedangan untuk dosis kedua sebanyak 33,09 persen dari target sasaran yang ditetapkan. “Kita sudah hampir mendekati 70 persen (target sasaran vaksin Covid-19 dari total populasi penduduk Kota Bekasi),” ujar Rahmat.

Sebagai informasi, total target sasaran vaksin Kota Bekasi sebesar 2.016.006 penduduk dari populasi penduduk sekitar 2,4 juta.

Namun dari banyaknya masyarakat yang telah melakukan vaksin, tak sedikit juga masih ada masyarakat yang ragu dengan efektivitas dengan program vaksin ini. Menurut Survei Badan Pusat Statistik (BSP) menemukan, masih ada 20 persen responden dari warga negara Indonesia yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 karena ragu terhadap efektivitas vaksin. Secara lebih rinci, warga yang tidak mau vaksin karena tidak percaya pada efektivitas mencapai 4,2 persen dari seluruh responden survei, sementara 15,8 persen tidak mau atau khawatir terhadap efektivitasnya.

Melihat hal itu, pemerintah tidak tinggal diam. Ada beberapa cara yang di lakukan pemerintah untuk yakinkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi yaitu dengan melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi terkait vaksin, serta mengajak tokoh-tokoh di sektor kesehatan untuk meyakinkan masyarakat. Serta mengajak banyak influencer yang cukup berpengaruh di masyarakat untuk mempromosikan program vaksinasi ini. (BK/Bilal/Zas)

 2,903 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *