Sport  

Kabar Duka, Juri Paralayang Wim Salim Tutup Usia

PON XX Papua

“Beliau (Wim Salim) memiliki semangat yang luar biasa, meski sudah berumur beliau mau datang ke Papua menjadi juri cabor paralayang. Kami apresiasi dengan semangat beliau, generasi muda harus ikuti ini,” pesan Yunus Wonda.

Kabar duka datang dari panggung Pekan Olahraga Nasional XX Papua. Juri Cabang Olahraga Paralayang Wim Salim tutup usia pada Jumat, 8 Oktober 2021 sekitar pukul 23.40 WIT.

Jayapura – Wim Salim meninggal usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, karena sakit. Saat ini jenazah Wim Salim akan dipulangkan ke Kota Surabaya untuk dikebumikan.

Panitia Besar PON Papua mengelar doa bersama dengan para perwakilan atlet, perwakilan juri dan ketua panitia pelaksana menggelar doa bersama sebagai penghormatan kepada Wim Salim. Doa bersama digelar di Landing Paralayang, Entrop, Sabtu 9 Oktober 2021.

“Kami dari Panitia Besar dan seluruh masyarakat Papua berduka cita atas meninggal dunia juri paralayang Wim Salim. Memang kematian tidak bisa kita rencanakan dan itu pasti terjadi,” kata Yunus Wonda, Ketua Harian PB PON Papua usia memimpin doa bersama.◊

Yunus Wonda berharap keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan dan ketabahan. Sementara bagi para atlet PON diharapkan meniru semangat almarhum Wim Salim di dunia olahraga.

“Beliau (Wim Salim) memiliki semangat yang luar biasa, meski sudah berumur beliau mau datang ke Papua menjadi juri cabor paralayang. Kami apresiasi dengan semangat beliau, generasi muda harus ikuti ini,” pesannya.

Sosok Panutan Atlet
Senada disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Paralayang Tonny Ananda yang sangat kehilangan sosok Wim Salim. Apalagi, almarhum tetap datang ke Papua untuk PON XX meski dalam kondisi tidak sehat.

Baca Juga > Ketua Komisi Informasi Papua: Badan Publik Miliki Kewenangan Berikan Informasi
“Almarhum Wim ini tetap datang meski beliau sakit-sakitan seperti ini. Beliau menunjukkan (rasa) kecintaannya kepada paralayang, sampai dengan akhirnya beliau menemani teman-teman paralayang bertanding,” tuturnya.

Tonny menekankan kepada para atlet agar tetap bersemangat, seperti yang telah diajarkan almarhum Wim Salim. “Inilah perjuangan paralayang seperti ini, sampai akhir hayat beliau masih mau mengikuti PON XX,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tonny mengungkapkan kehadiran almarhum di PON XX Papua yang ingin melihat seperti apa paralayang di Papua. “Ternyata beliau bangga, karena berjalan dengan rencana, sehingga beliau sangat berkesan dan bangga ada generasi penerus melanjutkan paralayang,” ucap Tonny.

Selain sebagai Juri Paralayang PON XX Papua, Wim Salim juga merupakan Dewan Hakim Paralayang. (BK/Zas)

 619 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *