Pj Bupati Dani Ramdan Pasang Target Kabupaten Bekasi Masuk Lima Besar STQH Jawa Barat ke-XVII

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan melepas kafilah Kabupaten Bekasi untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Al Hadits (STQH) Tingkat Provinsi Jawa Barat ke-XVII yang dilaksanakan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung, Jawa Barat mulai 25-30 Agustus 2021.

Bekasi – Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan melepas 20 orang kafilah Kabupaten Bekasi untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Al Hadits (STQH) Tingkat Provinsi Jawa Barat ke-XVII  yang dilaksanakan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung mulai 25 hingga 30 Agustus 2021.

“Kami berharap di ajang STQH ini, Kabupaten Bekasi meraih peringkat lima besar,” harap Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat melepas kafilah di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (24/8/2021).

Dani meminta para peserta STQH jangan mengesampingkan tujuan utama dari kegiatan tersebut yaitu mensyiarkan ajaran Islam. Jangan sampai, tujuan utama tersebut dikesampingkan sebab kitab suci umat Islam merupakan mukjizat yang sangat besar.

“Jadi kegiatan ini sebagai arena syiar Islam dan dari kegiatan ini pemahaman umat Islam dan implementasinya harus terus ditingkatkan,” harapnya.

Selain itu, tujuan dari kegiatan STQH ini juga untuk mengevaluasi kegiatan ditingkat regional Jawa Barat. Sejauh mana pembinaan LPTQ sudah ada kemajuan antara Kabupaten/kota yang satu dengan wilayah di provinsi Jawa Barat.

Dani juga berharap kegiatan ini bisa meluruskan niat untuk mengenalkan masyarkat terhadap Alquran dan meningkatkan kecintaan terhadap kita suci umat Islam untuk selalu membacanya. Dengan rajin dan rutin bertilawah serta memperdalam tafsir dari pengalaman akan meraih bonus berupa prestasi.

“Jadi siap yang bersunguh-sungguh akan memperoleh hasil yang baik, kewajiban kita persiapkan kafilah untuk mengukir prestasi,” tegasnya.

Dia juga berpesan agar para peserta tetap mengenakan protokol kesehatan saat mengikuti kegiatan STQH itu. Meskipun Jabar telah turun level 3 di PPKM, Prokes harus tetap diutamakan seperti tidak mengadakan kegiatan diluar arena serta tetap menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Jangan sampai kita telah mempersiapkan latihan sudah lama, sampai pada perlombannya kita terpapar, jangan sampai seperti itu, jadi prokes harus tetap digunakan,” tandasnya. (BK/Zas)

 605 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *