Kadis Kominfosantik: Satelit Satria Sangat Membantu Program Pemkab Bekasi

Loading

Bekasi – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan terbantu dengan hadirnya Stasiun Bumi sebagai pusat kendali Satelit Satria yang dibangun Kementerian Kominfo di Kawasan Industri Karyadeka Cikarang Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kadis Kominfosantik) Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam mengatakan, dengan adanya proyek Satria dari pemerintah pusat, akan membantu program-program yang sedang di kembangkan oleh pemerintah daerah.

“Sasaran dari pembangunan satelit ini ada tiga yakni daerah terdepan, terpencil dan tertinggal. Kabupaten Bekasi ini termasuk daerah terdepan, dimana stasiun ini akan menjadi gateway atau pintu masuk untuk komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit,” kata Jaoharul Alam, saat bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mendampingi Menkominfo Jhonny G Plate, di acara Ground breaking pembangunan Stasiun Bumi di Kawasan Karyadeka Pasirsari Cikarang Selatan, Rabu (18/8/2021).

Jaoharul menjelaskan, berkaitan dengan program yang sedang di kembangkan oleh Diskominfosantik Kabupaten Bekasi akan terjadi sinergi yang sangat baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Intinya Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung proyek nasional ini. Karena kita akan terbantu untuk teknologinya, perluasan dan penyebaran internetnya. Jangkauannya akan mencakup ke seluruh Indonesia di tahun 2024 nanti termasuk desa-desa yang ada di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus mendukung upaya pemerintah pusat, agar realisasi pembangunan satelit ini berjalan dengan baik.

“Sehingga ke depan masyarakat dapat merasakan output dari adanya Stasiun Bumi dari Satelit Satria ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan bahwa pembangunan stasiun bumi Satelit SATRIA-I akan menjangkau 150 ribu titik layanan publik di berbagai sektor.

“Melalui teknologi High Throughput Satellite (HTS), proyek Satelit SATRIA-I pada tahun 2023 nantinya akan menghadirkan internet dengan kapasitas 150 Gbps di 150.000 titik layanan publik,” jelasnya.

Adapun 150 ribu titik layanan publik itu masing-masing mencakup puluhan ribu sekolah dan pesantren, puskesmas, rumah sakit, layanan keamanan masyarakat, kantor desa dan kelurahan. (BK/Zas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *