Pertamina Ambil Alih Caltex

Jakarta – Terhitung mulai 8 Agustus 2021 pukul 00.00, Indonesia dalam hal ini Pertamina mengambil alih pengoperasian Caltex yang sudah berlangsung dari sejak berdiri pada 1951.

Dengan demikian, sejak itu pengelolaan Wilayah Kerja Rokan beralih dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Chevron Pacific Indonesia (CPI) atau lebih dikenal Caltex kepada KKKS Pertamina Hulu Rokan (PHR). Rilis Pertamina, Senin (9/8/2021) menyebutkan,

Wilayah Kerja (WK) Rokan merupakan salah satu wilayah kerja andalan nasional yang mulai diproduksikan pada 1951.

Dukungan para pemangku kepentingan terhadap pengelolaan WK Rokan selanjutnya, terlihat dari kehadiran mereka dalam acara seremoni Alih Kelola WK Rokan, yang diselenggarakan secara hybrid pada Minggu (8/8/2021) malam di Pekanbaru dan Jakarta. Para tamu yang hadir adalah Menteri ESDM Arifin Tasrif; Menteri BUMN-NYA Erick Tohir; Pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI, Gubernur Riau Syamsuar beserta jajarannya; Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Dirut CPI Albert Simandjuntak dan Dirut PHR Jaffe Suardin Arizona. Ikut hadir pada acara tersebut adalah para Perwakilan Komisi Pengawas SKK Migas.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Arahnya mengatakan, alih kelola Pengelolaan WK Rokan dari PT CPI ke PHR merupakan salah satu tonggak sejarah industri hulu migas di Tanah Air. Setelah PT CPI berhasil mengelola wilayah kerja tersebut dengan baik, maka diharapkan PHR dapat mengembangkan keberhasilan yang dicapai.

“Sejak pertama kali diproduksikan pada 1951 hingga 2021, WK Rokan merupakan salah satu wilayah strategi kerja yang telah menghasilkan 11,69 Miliar barel minyak. Terima kasih atas usaha-usaha yang telah dilakukan,” ujarnya.

Alih Kelola
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto bersyukur proses alih kelola dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dalam rangka mendukung capaian 1 juta BOPD pada tahun 2030, sejak dua tahun lalu kami bekerja keras, agar alih kelola berjalan dan tingkat produksi minyak pada akhir masa kontrak PT CPI dapat dipertahankan.

Ini merupakan hal penting bagi bangsa dan negara mengingat WK Rokan saat ini masih mendukung 24% produksi nasional dan diharapkan tetap menjadi wilayah kerja andalan Indonesia,” kata dia.

Salah satu usaha SKK Migas untuk mengawal alih kelola WK Rokan adalah menginisiasi Head of Agreement (HoA) yang menjamin investasi PT CPI pada akhir masa kontrak.

Hasilnya, sejak HoA ditandatangani pada 29 September 2020 hingga 8 Agustus 2021, telah dilakukan pemboran 103 sumur pengembangan. Selain pemboran, SKK Migas juga mengawal 8 isu lain yang menjadi kunci sukses alih kelola, yaitu migrasi data dan operasional, pengadaan bahan kimia EOR, manajemen kontrak-kontrak pendukung kegiatan operasi, pengadaan listrik, tenaga kerja, penerapan teknologi informasi, perizinan dan prosedur operasi serta pengelolaan lingkungan.

“Kami berterima kasih kepada dukungan berbagai pihak, termasuk Pemda Riau, sehingga operasional WK Rokan pada masa transisi berjalan dengan baik”, ujar Dwi.

Albert Simanjuntak selaku Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur PT. Chevron Pacific Indonesia menyampaikan apresiasinya, “Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin selama masa transisi SKK Migas dan Pertamina, sehingga alih kelola dengan selamat, andal dan lancar. Semoga WK Rokan dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya kepada bangsa dan negara,” tuturnya. (aga/BK)

 923 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *