Olimpiade Tokyo, Lifter Putri Filipina Catat Sejarah

97 Tahun Menanti Emas Olimpiade

Tokyo – Setelah dalam penantian panjang selama 97 tahun sejak keikutsertaan di Olimpiade pada 1924, Filipina akhirnya mencatat sejarah di Olimpiade 2020 untuk meraih medali emas pertama.

Hebatnya, torehan sejarah itu dibukukan lifter putrid, Hidilyn Diaz. Diaz setelah berhasil menjadi yang terbaik pada cabang angkat besi nomor 55kg putri dalam pertandingan yang digelar di Tokyo International Forum, Selasa (26/7/2021).

Diaz mencatatkan total angkatan 224 kg dari 97kg di angkatan snatch dan 127kg di clean & jerk. Torehan ini juga menjadi rekor baru di Olimpiade. Dia mengungguli catatan lifter China, Liao Qiuyun yang membuat total angkatan 223kg (97 kg di snatch dan 126 di clean & jerk).

Liao Qiuyun harus rela dengan raihan perak. Sementara, perunggu menjadi milik atlet Kazakhstan, Zulfiya Chinshanlo yang membuat total angkatan 213kg (90kg di snatch dan 123 di clean & jerk).

Atas capaian itu yang mencatatkan sejarah bagi negaranya, Diaz tampak begitu terharu. Wanita 30 tahun menangis di podium saat menyanyikan lagu kebangsaan Filipina usai meraih emas. Capaian ini membuat Diaz saat ini menjadi satu-satunya atlet Filipina yang mampu meraih dua medali di Olimpiade. Sebelumnya, ia mampu meraih perak di Olimpiade 2016.

Tambahan emas dari Diaz membuat Filipina total telah mengumpulkan 11 medali sejak pertama kali ikut serta di Olimpiade pada 1924. Rinciannya adalah satu medali emas, tiga perak dan tujuh perunggu. Untuk di Olimpiade Tokyo 2020 sendiri, Filipina saat ini mengumpulkan satu emas dan satu perunggu. Filipina menempati posisi ke-16 dalam klasemen medali.

Sekadar untuk diketahui, Indonesia sendiri tercatat pertama kali berpartisipasi dalam kompetisi olahraga di Olimpiade pada 1952, yang saat itu diadakan di Helsinki, Finlandia. Sejak saat itu atlet Tanah Air terus mengikuti kompetisi antarnegara dunia tersebut, kecuali pada Olimpiade Tokyo 1964 dan Olimpiade Moskow, Rusia 1980.

Pertama sekali atlet Indonesia meraih medali Olimpiade yakni pada Olimpiade Seoul 1988. Medali perak tersebut diraih atas nama

Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani dalam cabang panahan beregu putri.
Sementara medali emas pertama kali diraih oleh atlet legendaris Bulu Tangkis tunggal putri Susi Susanti dan atlet legendaris Bulu Tangkis tunggal putra Alan Budikusuma Olimpiade Barcelona 1992. (BK/aga/dtc)

 755 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *