Tangis Sang Captain

Penulis: Iklim Cahya, pemerhati bola dari Indralaya

ARGENTINA yang dipimpin Lionel Messi sebagai Captain Tim, keluar sebagai Juara Copa Amerika Tahun 2021. Dalam partai final ideal di Stadion Maracana, Argentina mengalahkan Brazil berkat gol tunggal yang dicetak pemain sayap Angel Dimaria.

Juara Copa Amerika ini merupakan yang ke 15 bagi Argentina, setelah meraihnya tahun 1993, 28 tahun lalu. Saat ini bersama Uruguay, Argentina menempati rangking teratas.

Bagi Sang Captain, Lionel Messi, hal ini merupakan gelar Juara yang pertama yang dipersembahkannya untuk negaranya. Sebelumnya Messi hanya mampu membawa Argentina pada posisi Runner Up, baik untuk ajang Copa Amerika maupun pada gelaran Piala Dunia (World Cup).
Karena itu gelar ini disambutnya dengan sangat antuasias bahkan emosional. Tangis gembiranya pun pecah usai pertandingan.

Karena itu cukup menarik untuk kita ketahui kiprah sang Captain selama ini.

Selama satu dekade lebih, nama LIONEL MESSI (37 tahun) dengan nomor punggung 10, berkibar di jagat sepakbola top dunia. Messi yang warga negara Argentina tapi berkembang di Barcelona Spanyol ini, semasa masa kanak-kanak seperti kekurangan gizi. Karena itu tubuhnya tidak terlalu ideal untuk ukuran pesepakbola dunia. Namun dalam pembinaan akademi sepakbola Barca, dgn disiplin tinggi, Messi faktanya berkembang menjadi pesepakbola top dan termahal. Messi bisa disandingkan dengan seniornya sang legenda almarhum DIEGO ARMANDO MARADONA.

Messi kemudian terbukti mampu menjadi icon Barcelona, bersamanya Barca mampu merengkuh gelar juara bergengsi berkali-kali. Mulai dari juara Spanyol baik La Liga, Copa Del Rey (Piala Raja), maupun juara Super Spanyol. Selain itu juga berkali pula juara Liga Champion Eropa, Juara Super Eropa, hingga juara Toyota/Juara Piala Dunia Antar Klub.

Namun bersama negaranya Argentina, Messi spt “tenggelam”, walau juga tidak begitu buruk. Ia hanya mampu mengantar Argentina menjadi Runner Up (rangking 2). Pada Piala Dunia Sepakbola (World Cup) tahun 2012 di Brazil, Messi yang terpilih sebagai pemain terbaik, tak mampu membawa Argentina juara. Argentina saat itu dikalahkan Jerman di partai final. Messi nampak sangat terpukul dan bersedih, tapi tidak sampai menangis.

Begitu pula di ajang sepakbola bergensi di Amerika Latin, Copa Amerika. Argentina pernah beberapa kali masuk semi final dan final, tapi juga tak mampu juara. Tahun 2019 Argentina dikalahkan Brazil di semi final, yg kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Peru di partai puncak. Memang Argentina pernah 14 kali menjadi juara Copa Amerika, yang terakhir diraih tahun 1993 lalu. Tahun 2021 ini juara yang ke 15 kali, sama yang dicapai Uruguay.

Nah setelah 28 tahun berlalu, pd Copa Amerika thn 2021 ini di babak final, Argentina yg dicaptaini Messi mampu menumbangkan tuan rumah Brazil yg dimotori NeymarJr, sahabatnya saat sama-sama di Barca. Argentina menang tipis 1:0 berkat gol Angel Dimaria, yg melanjutkan umpan berkelas De Pault. Dlm pertandingan seimbang dan berjalan cukup keras tersebut, Messi hampir saja mencetak gol, sayang peluang emas itu gagal dimanfaatkannya menjadi gol.

Menjadi Juara Copa Amerika tahun 2021 ini sgt menggembirakan Messi, dan sepertinya ini persembahan terakhir utk negaranya. Maklum saat ini Messi sudah memasuki usia 37 tahun, usia yang tidak lagi ideal utk pesepakbola. Krn itu sangat wajar Messi terlihat sangat emosional, tangisnya pun pecah bersama apresiasi hangat rekan-rekannya, baik pemain, pelatih, maupun official dan suporter tim Tango yg hadir di stadion Maracana Brazil. Inilah persembahan terbesar sang fenomenal utk negerinya. Karena itu wajar bila air mata sang Captain tumpah, di negeri rival abadi Argentina. Selamat Lionel, namamu akan selalu dikenang sebagai Superstar Sepakbola Dunia utk selamanya….

 1,102 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *