Daerah  

24 KK Kehilangan Tempat Tinggal akibat Kebakaran di Ibul Besar III

PEMULUTAN – Hanya dalam waktu sekitar dua setengah jam, sebanyak 21 rumah warga di Desa Ibul Besar III Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, ludes terbakar.

Peristiwa yang terjadi, Sabtu (10/7/2021) sekitar pukul 16.00 Wib sore tersebut, menyebabkan sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) dengan 80 orang anggota keluarga, kehilangan tempat berteduh.

Menurut Laporan dari Satgas Kebencanaan Kecamatan Pemulutan kepada Bupati OI, Sabtu (11/7) malam, diduga kebakaran tersebut akibat korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api dengan cepat berkobar dan membakar rumah-rumah warga yang berdinding papan dan beratap daun tersebut.
Camat Pemulutan M Zen dan Kades Ibul Besar III, Pitersak bersama aparat kepolisian, berupaya memimpin warganya untuk memadamkan api.

Namun api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30, setelah datang bantuan dari mobil Damkar Kota Palembang dan dari Ogan Ilir. Menurut Camat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut pengamatan, Desa Ibul Besar III ini letaknya berseberangan dengan Kecamatan Kertapati Palembang. Sebagian besar warga mendirikan rumah tinggal di area Daerah Milik Jalan (DMJ). Rumah-rumah tersebut sangat sederhana, berdinding papan sekedarnya dan ada juga berdinding daun, sebagaimana atapnya. Karena itu area ini terlihat kumuh.

Mantan Ketua DPRD OI, Drs H Iklim Cahya MM menyarankan kepada Pemkab OI, sebaiknya warga yang berdiam di DMJ ini direlokasi ke seberang sungai, dan pendirian rumahnya ditata supaya tidak kumuh. Dan seandainya lahan di seberang sungai tersebut milik warga lain, pemerintah dapat membantu pembebasan lahannya. Apalagi desa Ibul Besar III ini gerbang menuju Kota Palembang, sehingga memang perlu penataan.

Akibat adanya peristiwa kebakaran tersebut, jalan raya negara yang melintas di depan Desa Ibul Besar III ini macet total hingga ke fly over Musi II. Apalagi setelah kebakaran hujan turun cukup lebat. Akibatnya banyak juga kendaraan yang beralih lewat jalan tol Palindra, sehingga terjadi antrean panjang di pintu tol.

Menurut warga setempat yang terkena musibah kebakaran, saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan dermawan, terutama bahan makanan, pakaian, dan bahan bangunan. Rata-rata mereka hanya tersisa pakaian di badan, karena tak sempat menyelematkan barang-barang yang ada dalam rumah.

Saat ini menurut Plt Kadinsos OI, Drs H Bahrus Syarif, MSi kepada wartawan Minggu (11/7/2021), pihak Dinas Sosial bersama pihak Basnaz sudah mendata untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. (BK/djoe)

 729 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *