Akhirnya Dermaga IV Pelabuhan Merak Bisa Digunakan Lagi

18 Tahun Terbengkalai

DIRESMIKAN: Ditjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi meresmikan Dermaga IV Pelabuhan Merak - Bakauheni. (FOTO: Ghozali)

MERAK – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub), Republik Indonesia Budi Setiyadi akhirnya meresmikan Dermaga IV Pelabuhan Merak – Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Pasalnya, dermaga tersebut sebelumnya sempat terbengkalai kurang lebih selama 18 tahun dermaga IV tak digunakan karena ada masalah hukum dengan pihak pengelola.

Seperti diketahui, awalnya dermaga IV dikelola oleh pihak swasta. Hanya dermaga IV ini dibiarkan begitu saja selama belasan tahun.

Budi Setiyadi berharap, dengan pengoperasian dermaga IV untuk lintasan Merak – Bakauheni tersebut dapat membantu tugasnya atas permintaan Menteri Perhubungan untuk menata penyeberangan yang gemuk.

“Dengan pengoperasian dermaga ini, maka akan terjadi penambahan 20 trip dari 140 menjadi 160 trip dalam satu hari dengan 1.500 kendaraan bisa terangkut per harinya,” jelas Budi.

Ia juga berharap, pengoperasian dermaga tersebut akan menjadi kebanggaan semua pihak. Karena selama 18 tahun dikelola oleh swasta, dermaga IV ini tidak ada kemajuan,” kata Budi saat meresmikan dermaga IV di Pelabuhan Merak, Senin (12/10).

Lebih lanjut Budi mengatakan, dengan penambahan dermaga yang ada di Pelabuhan Merak, diharapkan juga mampu mengantisipasi terjadinya lonjakan arus penumpang dan kendaraan pada libur panjang dan perayaan hari besar.

“Kami berharap ada timbal balik dari teman-teman asosiasi juga untuk dapat meningkatkan pelayanan peningkatan seperti yang sudah kita berikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, bahwa pelabuhan tersebut sebelumnya telah dibuka oleh pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu, kata dia, sebagai bagian dari otosistem kereta api pada tahun 1912.

“Jadi, sekarang usianya 108 tahun, sudah lebih dari satu abad,” tuturnya.

Lanjut Ira, hal tersebut merupakan sebuah manifestasi atau pencerminan bahwasanya dari dulu Jawa-Sumatera adalah lalu lintas paling dominan di Indonesia. Ia juga mengaku, hendak menjadikan Dermaga IV menjadi tempat yang selalu memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Karenanya, kalau kita tidak sama-sama berada di sini, agak berdosa juga. Karena dermaga ini sempat mangkrak karena dulu dermaga IV itu dikelola oleh pihak swasta, kemudian ada keadaan di mana pihak swasta tidak bisa shuttle meneruskan pembangunan sehingga ada permasalahan dan kami bisa menemukan kesepakatan akhirnya bisa membangun,” kata Ira Puspadewi seusai peresmian Dermaga IV, Senin (12/10).

Lebih lanjut Ira mengatakan bahwa pihak ASDP dan pengelola Dermaga IV coba menyelesaikan permasalahan yang mendera selama 18 tahun tersebut. Alhasil, PT ASDP menemui kesepakatan dan bisa membangun Dermaga IV.

“Ada masalah hukum ternyata bisa didialogkan, sehingga bisa dibangun,” sambungnya.

Ira menerangkan, pembangunan dimulai pada 2019, dengan nilai proyeknya mencapai Rp 379 miliar. Pengelola berharap dermaga ini akan mengurangi penumpukan kendaraan saat libur panjang dan arus mudik Lebaran.

“Setelah 18 tahun mangkrak, Insya Allah menjadikan amal untuk seluruh pihak. Dermaga ini bukan barang murah, biayanya Rp 379 miliar. Jadi kalau mainan, mainan mahal sekali. Jadi, jangan sampai operator nanti ada yang nabrak-nabrak atau nyuil-nyuil dermaganya, bukan untuk ASDP tapi untuk negara Indonesia,” pungkasnya.

“Dengan adanya dermaga baru sepasang, maka Merak – Bakauheuni yang kapasitasnya tadinya 140 trip jadi 160 trip,” tandas Ira. (BK/Ghozali)

 877 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *